Fig 7.19, 7.20, 7.21
Full adder adalah rangkaian logika kombinasi yang dirancang untuk melakukan penjumlahan bilangan biner dalam sistem digital. Rangkaian ini memiliki tiga input utama: dua bit data (A dan B) serta satu bit carry-in (Cin) yang merupakan hasil pembawa dari proses penjumlahan sebelumnya. Hasil dari penjumlahan ini terdiri dari dua output, yaitu Sum sebagai hasil penjumlahan akhir dan Carry-out sebagai bit pembawa yang digunakan untuk tahap penjumlahan selanjutnya.
Di dalamnya, full adder dibentuk dari susunan gerbang logika dasar seperti XOR, AND, dan OR, yang dikombinasikan untuk merepresentasikan fungsi penjumlahan biner secara logis. Perhitungan dilakukan berdasarkan prinsip logika Boolean, di mana setiap kombinasi nilai input akan menentukan hasil Sum dan Carry-out sesuai aturan logika yang berlaku.
- Mempelajari tentang bagaimana materi Full-Adder`
- Mampu membuat rangkaian Full-Adder
- Mengetahui prinsip kerja dari rangkaian Full-Adder
A. Alat
1. logicprobe
Probe logika adalah probe uji genggam berbiaya rendah yang digunakan untuk menganalisis dan memecahkan masalah keadaan logis ( boolean 0 atau 1)
B. Bahan
1. Logic state
Berfungsi untuk memberikan keterangan logika 1 atau 0
Full adder memiliki 3 input untuk memproduksi SUM dan CARRY
Counter adalah rangkaian digital yang digunakan untuk menghitung jumlah pulsa clock yang masuk, sedangkan register digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi data biner. Counter bekerja dengan cara mengubah keadaan output setiap kali menerima pulsa clock, sehingga menghasilkan urutan bilangan biner tertentu. Jumlah keadaan (state) yang dapat dihasilkan oleh counter ditentukan oleh jumlah flip-flop yang digunakan dengan hubungan jumlah state = 2ⁿ, di mana n adalah jumlah flip-flop. Selain itu, counter juga berfungsi sebagai pembagi frekuensi dengan persamaan f_out = f_in / 2ⁿ, karena setiap flip-flop membagi frekuensi input menjadi dua. Dalam perancangan counter dengan modulus tertentu (mod-n), jumlah flip-flop harus memenuhi hubungan 2ⁿ ≥ Mod, sehingga counter dapat bekerja sesuai jumlah state yang diinginkan.
Berdasarkan cara kerjanya, counter dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu asynchronous counter (ripple counter) dan synchronous counter. Pada asynchronous counter, perubahan output terjadi secara berantai sehingga menimbulkan propagation delay, sedangkan pada synchronous counter semua flip-flop bekerja secara bersamaan sehingga lebih cepat dan stabil. Selain itu, terdapat juga jenis counter lain seperti up counter, down counter, dan up-down counter, serta counter khusus seperti ring counter dan Johnson counter yang digunakan untuk menghasilkan pola tertentu. Dalam analisis counter, sering digunakan diagram timing untuk menunjukkan hubungan antara sinyal clock dan perubahan output. Persamaan flip-flop juga menjadi dasar dalam perancangan counter, seperti pada JK flip-flop dengan persamaan Q_next = JQ' + K'Q, D flip-flop dengan Q_next = D, dan T flip-flop dengan Q_next = T ⊕ Q.
Register merupakan rangkaian yang terdiri dari beberapa flip-flop yang digunakan untuk menyimpan data biner sementara. Register dapat melakukan berbagai operasi seperti penyimpanan data, pemindahan data, dan pergeseran bit (shift operation). Pada shift register, data dapat digeser ke kanan atau ke kiri sesuai dengan sinyal clock, misalnya pada shift right data berubah dari Q3 Q2 Q1 Q0 menjadi 0 Q3 Q2 Q1. Berdasarkan metode input dan output, register dibagi menjadi beberapa jenis seperti Serial-In Serial-Out (SISO), Serial-In Parallel-Out (SIPO), Parallel-In Serial-Out (PISO), dan Parallel-In Parallel-Out (PIPO). Selain itu, terdapat universal shift register yang mampu melakukan berbagai operasi seperti shift left, shift right, parallel load, dan hold, yang dikendalikan oleh sinyal kontrol seperti clock, load, clear, dan shift enable.
Dalam implementasinya, counter dan register memiliki beberapa permasalahan seperti propagation delay, glitch, dan ketidakstabilan akibat sinyal clock yang tidak sempurna. Propagation delay terutama terjadi pada asynchronous counter karena perubahan tidak simultan, sedangkan glitch muncul akibat transisi logika yang tidak stabil. Pada register, masalah yang sering terjadi adalah kehilangan data saat shifting jika tidak dirancang dengan baik. Permasalahan ini dapat diatasi dengan menggunakan synchronous design, memperbaiki kualitas sinyal clock, serta menambahkan rangkaian sinkronisasi dan buffer.
Secara keseluruhan, counter dan register merupakan komponen fundamental dalam sistem digital yang berfungsi untuk menghitung, menyimpan, dan memproses data. Keduanya banyak digunakan dalam berbagai aplikasi seperti jam digital, timer, frequency divider, sistem komunikasi data, serta unit pemrosesan dan penyimpanan dalam CPU. Dengan memahami konsep, rumus, serta karakteristiknya, perancangan sistem digital dapat dilakukan dengan lebih efisien, cepat, dan andal.
a. Counter (Pencacah Digital)
• Problem:
1. Sebuah counter biner 3-bit (mod-8) menggunakan flip-flop menerima clock 1 kHz. Tentukan:
a) Urutan output counter b) Frekuensi output pada bit paling signifikan (MSB)
Jawab:
Jumlah bit = 3 → jumlah keadaan:
a) Urutan output:
|
Clock |
Q2 Q1 Q0 |
|
0 |
000 |
|
1 |
001 |
|
2 |
010 |
|
3 |
011 |
|
4 |
100 |
|
5 |
101 |
|
6 |
110 |
|
7 |
111 |
|
ulang |
000 |
b) Frekuensi output MSB (Q2):
Setiap flip-flop membagi frekuensi 2:
- Q0 = 1000 Hz / 2 = 500 Hz
- Q1 = 500 / 2 = 250 Hz
- Q2 = 250 / 2 = 125 Hz
Jadi:
- Urutan: 000 → 111 (berulang)
- Frekuensi MSB = 125 Hz
2. Sebuah counter mod-10 (decade counter) digunakan. Berapa jumlah flip-flop minimum yang dibutuhkan?
Jawab:
Gunakan:
- 2³ = 8 (tidak cukup)
- 2⁴ = 16 (cukup)
Jadi:
Jumlah flip-flop minimum = 4 buah
3. Jelaskan cara kerja counter dan sebutkan aplikasinya!
Jawab:
Counter adalah rangkaian digital yang digunakan untuk menghitung jumlah pulsa clock. Setiap pulsa clock akan mengubah keadaan output secara berurutan berdasarkan logika tertentu.
Jenis counter:
- Asynchronous (ripple counter)
- Synchronous counter
Aplikasi:
• Pembagi frekuensi (frequency divider) • Timer digital • Jam digital • Sistem kontrol berbasis urutan
Masalah pada Counter
Masalah 1: Propagation Delay (Ripple Effect)
Penyebab:
- Pada asynchronous counter, perubahan tidak serentak
Solusi:
- Gunakan synchronous counter
Masalah 2: Glitch pada Output
Penyebab:
- Transisi tidak stabil antar flip-flop
Solusi:
- Tambahkan logika sinkronisasi
- Gunakan clock yang stabil
Masalah 3: Overflow
Penyebab:
- Counter melebihi batas maksimum
Solusi:
- Gunakan reset otomatis (mod counter)
b. Register
• Problem:
1. Sebuah register 4-bit menyimpan data 1011. Jika dilakukan operasi shift right, tentukan hasilnya!
Jawab:
Data awal:
Shift right:
Jadi:
Output = 0101
2. Sebuah shift register menerima input serial: 1 → 0 → 1 → 1. Tentukan isi register 4-bit setelah 4 clock!
Jawab:
Clock 1 → 0001 Clock 2 → 0010 Clock 3 → 0101 Clock 4 → 1011
Jadi:
Isi register = 1011
3. Jelaskan fungsi register dan aplikasinya!
Jawab:
Register adalah rangkaian flip-flop yang digunakan untuk:
- Menyimpan data sementara
- Memindahkan data (shift)
- Memproses data digital
Aplikasi:
• Penyimpanan data di CPU • Buffer data • Serial-to-parallel converter • Parallel-to-serial converter
Masalah pada Register
Masalah 1: Data Tidak Sinkron
Penyebab:
- Clock tidak stabil
Solusi:
- Gunakan clock generator stabil
Masalah 2: Data Hilang Saat Shift
Penyebab:
- Tidak ada feedback atau penyimpanan tambahan
Solusi:
- Gunakan circular shift register
Masalah 3: Noise pada Input
Penyebab:
- Gangguan sinyal
Solusi:
- Tambahkan filter atau buffer
Pilihan Ganda
a. Counter
1. Jika jumlah bit counter ditambah, maka:
A. Jumlah state berkurang B. Jumlah state bertambah C. Tidak berubah D. Output nol
Jawaban: B
Penjelasan:
Semakin besar n → state bertambah
2. Counter yang semua flip-flop berubah bersamaan disebut:
A. Asynchronous B. Synchronous C. Ripple D. Analog
Jawaban: B
3. Fungsi utama counter adalah:
A. Menguatkan sinyal B. Menyimpan energi C. Menghitung pulsa D. Mengubah analog ke digital
Jawaban: C
b. Register
1. Register digunakan untuk:
A. Menguatkan sinyal B. Menyimpan data C. Mengukur frekuensi D. Mengubah daya
Jawaban: B
2. Operasi shift register digunakan untuk:
A. Mengubah tegangan B. Memindahkan data C. Menyaring sinyal D. Menghitung daya
Jawaban: B
3. Shift register yang mengubah data serial ke paralel adalah:
A. PISO B. SISO C. SIPO D. PIPO
Jawaban: C


Komentar
Posting Komentar